Mengenal Candi Kalasan Lebih Dekat dalam Kegiatan Dhammayatra

Dhammayatra berarti berziarah ke tempat-tempat suci yang patut dipuja dan dihormati dalam agama Buddha. Berasal dari dua kata, dhammayatra, memiliki arti ‘kebenaran’(dharma), dan ‘di tempat mana’(yatra). Mengutip dari kemenag.go.id, Istilah Dhammayatra sering pula digunakan ketika umat Buddha melakukan ziarah ke candi-candi Buddhis yang merupakan tempat-tempat suci agama Buddha, salah satu candi Buddha di Indonesia adalah Candi Kalasan di Wilayah DIY.
Minggu, 25 September 2022, kegiatan Dhammayatra dikelola oleh Vihara Karangjanti. Kegiatan in turut pula dihadiri oleh mahasiswa studi agama dari UIN Sunan Kalijaga, komunitas Youth, Interfaith and Peace (YIP) Center, dan beberapa civitas akademik Universitas Gadjah Mada.
Sesi Dhammayatra terbagi menjadi tiga: sesi pertama, melakukan Puja dan Bhavana yang dipimpin oleh Bhikkhu; sesi kedua, dilanjutkan oleh Pradaksina; dan sesi 3, Mengenal Candi Kalasan lebih dekat.
Dalam Sesi 3, kegiatan dipandu oleh Mas Adit, dosen Arkeologi UGM. Mas Adit menuturkan bahwa asal muasal candi di Kalasan ini pada mulanya bernama Candi Kalibening. Hanya saja, para arkeolog kemudian memberikan nama sesuai wilayah, yakni Desa Kalasa. Ia juga menjelaskan, jika candi beratapkan stupa maka itu adalah candi Budha, adapun Hindu beratapkan amalaka.
Dosen Arkeologi UGM ini juga menjelaskan bahwa candi Kalasan dulu sangatlah luas, tidak sebatas yang terlihat sekarang. “Candi Kalasan Juga termasuk salah satu candi tertua, candi ini bahkan berdiri sebelum Candi Prambanan di abad 9. Hal ini menunjukkan bahwaumat Buddha sudah eksis di daerah kalasa pada saat itu”.
Sesi ditutup dengan foto bersama para Bikkhu dan semua partisipan.