Sekolah Lintas Iman XIV: “Mendorong dan Mengawal Lahirnya Pemimpin Indonesia yang Berintegritas dan Berwawasan Kebangsaan”.

Pada Sabtu tanggal 11 Maret 2023 Sekolah Lintas Iman XIV pertemuan kedua dilaksanakan di FISIPOL Universitas Gadjah Mada. Pada pertemuan kali ini menghadirkan para pakar yang fokus pada bidang Politik. Para narasumber pertemuan kedua ini berasal dari berbagai institusi seperti Rektor Universitas Katolik De La Sale Manado Pastor Prof. Dr. Johanis Ohoitimur, M.Sc, Bapak Ahmad Sidqi dari Komisi Pemilihan Umum DIY, dan bapak Dr. Dodi Kuskrido Dosen Sosiologi Fisipol UGM. Diskusi ini dimoderatori oleh Pdt. Dr. Wahyu Nugroho selaku salah satu Fasilitator Sekolah Lintas Iman.
Sesuai dengan tema Sekolah Lintas Iman XIV, diskusi kali ini membahas terkait perpolitikan yang ada. Pentingnya nalar politik bagi generasi muda agar menciptakan generasi penerus yang berintegritas, jujur dan peka terhadap isu-isu krusial bagi kelangsungan negara. Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan dilaksanakan pada tahun 2024 merupakan Langkah awal penentuan arah masa depan bangsa di bawah pemimpin baru nantinya. Ada begitu banyak tantangan yang dihadapi sebelum pemilu dilaksanakan. Terutama saat ini ada berbagai macam jenis politik yang digunakan oleh para calon hingga simpatisan. Tantangan ini perlu disikapi dengan jelas, karena hal ini berkaitan erat dengan siapa yang akan maju dan terpilih nantinya. Tantangan dalam masa-masa tahun politik meliputi politik uang, hoax terkait pemilu, politisasi identitas hingga benturan yang tidak mungkin dapat dihindari diantara para simpatisan.
Penting untuk melakukan mitigasi terkait dampak-dampak yang akan terjadi selama tahun politik. Para unsur yang terkait di dalamnya penting untuk memiliki integritas yang kuat agar tidak dapat memanipulasi atau dimanipulasi. Penting untuk melihat dan menggali lebih dalam bagaimana masyarakat kita saat ini masih mengamalkan berbagai politik yang kurang etis untuk dapat menduduki kursi politik. Bukan hanya perkara calon pemimpin yang akan maju saja yang patut untuk diperhatikan. Namun, masyarakat secara luas juga penting untuk diberikan edukasi mengenai perpolitikan. Terutama para generasi muda yang nantinya akan menjadi para penerus bangsa. Tidak dapat dipungkiri di tengah masifnya teknologi saat ini, ada banyak sekali pemberitaan hingga kampanye yang menyentuh ranah sosial media. Seringkali pemberitaan ini pula memicu perdebatan hingga perpecahan satu sama lain. Ditambah dengan berbagai berita yang tidak dapat dipastikan keabsahannya semakin menambah daftar panjang bentuk disintegritasi bangsa.
Menurut Dr. Dian Nur Anna selaku fasilitator Sekolah Lintas Iman XIV mengatakan bahwa adanya kegiatan SLI diharapkan mampu mencetak pemimpin masa depan yang dapat memberikan perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek. Dengan semakin terbukanya ruang-ruang dialog lintas iman bagi para generasi muda diharapkan mampu menjalin hubungan yang semakin erat antar umat beragama. Terlebih dengan banyaknya isu-isu keberagamaan yang terjadi saat ini dengan adanya upaya membuka ruang dialog ini dapat menjadi Langkah awal semakin membaiknya kondisi keberagamaan yang ada di Indonesia.