HMPS SAA mengadakan acara “Nobar dan Diskusi Film UNFINISHED INDONESIA”

Himpunan Mahasiwa Program Studi (HMPS) Studi Agama Agama (SAA) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan acara “Nobar dan Diskusi Film UNFINISHED INDONESIA” pada Jumat (01/04/2022) di Smartroom Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. Acara ini dilakukan secara offline. Sasarannya ditnjukan kepada seluruh mahasiswa Studi Agama Agama yang sudah berdomisisli di Yogyakarta. Kegiatan ini juga merupakan salah satu bagian program kerja dari divisi intelektual HMPS SAA.

Menurut Avicenna selaku penanggungjawab kegiatan, Diskusi dan Nobar ini ditujukan agar kepekaan mahasiswa SAA terhadap isu-isu sosial tumbuh, megingat agama adalah isu yang luas dan selalu bersinggungan dengan masyarakat, tanpa terkecuali.

Film Unfinished Indonesia ini menarik sekali untuk direfleksikan oleh mahasiswa SAA, karena film tersebut menggambarkan wajah Indonesia sebagai negara yang multikultural.” Ujar Avicenna.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri beberapa pemantik untuk berdiskusi lebih dalam. Diskusi diawali dengan membahas tentang poin-poin yang ada dalam film seperti; politik identitas, mayoritas-minoritas, multikulturalisme, serta dilanjutkan dengan refleksi dari para peserta terkait isu-isu sosial yang ada.

Azisurrohman, sebagai pemantik diskusi, mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang multikultur dan plural. Artinya perbedaan dan keragaman yang telah ada sejak dulu perlu dipahami kiranya sebagai anugerah, bukan sebagai ancaman. Dengan perbadaan yang begitu majemuk itu, kita pun perlu untuk melatih sikap saling menghargai orang lain yang berbeda dari kita.

Jangan membeda-bedakan yang sama, dan jangan menyamakan yang berbeda. Bahwa semua agama itu sama dalam hal nilai-nilai universal seperti keadilan, kebaikan, dll. Tetapi juga jangan menyamakan yang berbeda, bahwa setiap agama itu memang berbeda namun jangan memaksakan untuk disamakan satu sama lain” kata Azisurrohman.

Avicenna juga menambahkan, bahwa kegiatan-kegiatan diskusi seperti ini diharapkan dapat mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa SAA. Menurutnya, diskusi seperti ini bisa membuka pemikiran mahasiswa dalam mendalami isu-isu keagamaan dan kebudayaan yang ada di masyarakat.