Kuliah Umum yang bertemakan “ MERAJUT KEBERSAMAAN DALAM KEBERAGAMA: MENELUSURI WARISAN INTELEKTUAL MUKTI ALI (BAPAK PERBANDINGAN AGAMA DI INDONESIA)”

Salah satu bukti bahwa agama untuk manusia dan kemanusiaan adalah concern besar agama pada masalah-masalah cinta sesama dan kedermawanan kedua hal itu menjadi salah satu inti ajaran setiap agama. Agama apapun pada prinsipnya secara normatif mengajarkan para penganutnya tmtul saling mencintai antar sesame manusia (cinta universal) dan mensematkan derajat setinggi-tingginya bagi pemeluk agama yang bersedia mendermakan sebagian apa yang dimiliki untuk menjalin cinta kasih antar dengan mereka yang tidak beruntung

Prodi Studi Agama Agama (dulu bernama Perbandingan Agama) sejak didirikan melakukan studi terhadap hal-hal di atas, dan karenanya telah memberi kontribusi nyata bagi kerukunan antar umat beragama di Indonesia, terutama dengan apa yang telah dilakukan oleh (alm) Mukti Ali semasa menjabat Menteri Agama RI. Pasca Orde Baru, berbagai konflik bemuansa agama sering sekali terjadi dan dilakukan oleh orang-orang yang mengakui beriman kepada Tuhan, Allah SWT yang sangat memuliakan manusia dan kemanusiaannya. Dalam konteks kekinian, ancaman konflik bemuansa agama masih saja "menghantui" bangsa ini sehingga signifikansi kajian studi agama-agama atau perbandingan agama masih sangat relevan.

Dalam menjawab persoalan yang dipelajari, prodi Studi Agama-Agama melaksanakan kegiatan Kuliah Umum yang bertemakan “ MERAJUT KEBERSAMAAN DALAM KEBERAGAMA: MENELUSURJ WARISAN INTELEKTUAL MUKTI ALI (BAPAK PERBANDINGAN AGAMA DI INDONESIA)” pada tanggal 19 Oktober 2017. Dalam kegaiatan ini Dr. Nida UI Hasanat, M.Si, sebagai narasumbernya dan di moderatori oleh Khairullah Zikri, MastRel