Khusnatul Qomara (2205020066): Lulus S1 dalam 3 Tahun 1 Bulan 16 Hari
Foto Bersama Tim Penguji Paska Ujian
Yogyakarta, 16 Oktober 2025. Prodi S1 Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyidangkan ujian Skripsi tercepat di angkatan 2022 a.n. Khusnatul Qomara. Sidang tersebut dipimpin oleh Roni Ismail, S.Th.I., M.S.I. selaku Ketua Sidang sekaligus Pembimbing dan Penguji, dengan Khairullah Zikri, S.Ag., MAStRel sebagai Sekretaris Sidang, dan Dr. Bambang Sujiyono, S.PAK., M.Pd. sebagai Penguji. Ujian skripsi diadakan pada Kamis, 16 Oktober 2025, pukul 09.00 s.d. 10.00 WIB.
Di hadapan tim penguji, Qomara menyampaikan hasil penelitian tentang Kebahagiaan Spiritual Para Frater di Wisma Skolastikat Claretian Yogyakarta. Kebahagiaan spiritual merupakan keadaan batin yang melibatkan kedekatan dengan Tuhan, ketenangan jiwa, serta kesadaran akan makna hidup yang mendalam. Bagi para frater yang sedang menjalani masa formasi di Wisma Skolastikat Claretian Yogyakarta, kebahagiaan spiritual menjadi aspek penting dalam pembentukan identitas religius dan penghayatan panggilan hidupnya. Dalam konteks kehidupan modern yang sarat dengan tantangan, kebahagiaan spiritual tidak hanya diwujudkan melalui praktik doa, tetapi juga melalui relasi interpersonal, pelayanan, dan keterlibatan aktif dalam komunitas religius.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan psikologi religius. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori Spiritual Quotient (SQ) yang menekankan tiga dimensi utama, yaitu cinta, doa, dan kebajikan, sebagai dasar terbentuknya kebahagiaan spiritual.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebahagiaan yang di alami para frater Wisma Skolastikat Claretian Yogyakarta adalah kebahagiaan yang tercermin dalam kesadaran mereka akan makna panggilan hidup, sukacita batin yang stabil, berakar pada relasi mendalam dengan Tuhan, dan diwujudkan melalui tindakan kasih dalam rutinitas sederhana seperti doa, pelayanan, dan kebersamaan komunal. Kebahagiaan spiritual frater merupakan proses dinamis yang mengintegrasikan nilai-nilai kaul (kemiskinan, ketaatan, selibat) dengan pilar Spiritual Quotient (cinta, doa, kebajikan), menghasilkan wawasan baru bahwa kebahagiaan sejati tidak bergantung pada kebebasan eksternal, melainkan pada kesetiaan terhadap panggilan Ilahi di tengah keterbatasan biara yang eksklusif. Secara keseluruhan, kebahagiaan spiritual para frater terbentuk melalui integrasi antara pengalaman religius dan sosial yang hidup di dalam komunitas. Temuan ini memperlihatkan bahwa kebahagiaan spiritual bukan sekadar kondisi emosional, melainkan proses dinamis yang menumbuhkan kedewasaan rohani dan makna hidup dalam panggilan imamat. Aktivitas seperti merawat lingkungan, doa syukur malam hari, dan interaksi humoris sebagai ekspresi cinta, doa, dan kebajikan yang menghasilkan sukacita transenden dalam konteks biara yang tertutup. Peneliti mengidentifikasi bahwa tantangan seperti kehilangan orang tersayang atau konflik komunitas menjadi katalis pertumbuhan rohani, dengan upaya menjaga kebahagiaan melalui refleksi jurnal, doa perlindungan, dan teladan sederhana seperti mendengarkan tanpa menghakimi. Kata kunci: Kebahagiaan Spiritual, Frater, Panggilan Religius, Doa, Kebajikan
Pada akhir sidang, Ketua Tim Penguji mengumumkan nilai penelitian skripsi Khusnatul Qomara, dinyatakan lulus dengan nilai 97 dan predikat A (Sangat Memuaskan) dan memperoleh predikat Cumlaude. Pencapaian Qomara merupakan tercepat di agkatan 2022 dengan masa tempuh studi 3 tahun 1 bulan dan 16 hari. Sukses untuk Khusnatul Qomara.