Loading...

Penutupan Pekan Sekolah Toleransi, HMPS SAA UIN Jogja Gelar Roadshow Virtual Tour Bersama Penghayat Sapta Darma Jogja

Acara roadshow virtual tour ini merupakan seri ketiga dari keseluruhan pekan Sekolah Toleransi tahun ini. Adapun dua agenda lainnya yang sudah di gelar pada minggu yang lalu yakni seri seminar nasional yang menggunakan tema “Konflik Masyarakat Beragama; Benarkah Karena Ketidakadilan Pemerintah?” dan seri kedua yang berupa dialog lintas iman dengan tema “Pengaruh Sekte Keagamaan Terhadap Keda....
Loading...

Program Mitra MBKM di UIN Sunan Kalijaga

Dalam pelaksanaannya, koordinasi, konsolidasi dan sosialisasi di tingkat pimpinan Universitas, kemudian meluas hingga Fakultas dan Prodi. Prinsipnya: Mau tidak mau, siap tidak siap… kita harus mau dan siap memasuki era baru MBKM. Disain regulasi dalam bentuk pedoman implementasi MBKM. Prinsipnya: Catat (susun dokumen) yang mau dilakukan, lakukan yang sudah dicatat (sesuai dengan dokumen). Menyus....
Loading...

Maraknya Kekerasan Antar Umat Beragama, HMPS SAA UIN Jogja Adakan Dialog Lintas Iman

Sebenarnya, dialog lintas iman ini merupakan rangkaian acara dari pekan Sekolah Toleransi yang sudah menjadi agenda tahunan HMPS SAA UIN Jogja. Acara-acara semacam itu akan terus digaungkan dalam ranah kampus, karena selain sebagai ruang diskusi, juga berfungsi untuk membentuk mahasiswa-mahasiswa yang dapat menebarkan toleransi.....
Loading...

Adakan Seminar Toleransi, Respon Mahasiswa SAA UIN Jogja Terhadap Konflik Keagamaan yang Sering Terjadi

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Studi Agama-Agama UIN Sunan Kalijaga, telah rampung mengadakan seri pertama dari pagelaran “Sekolah Toleransi” pada Sabtu (30/10/2021). Adapun tema yang diangkat yakni “Konflik Masyarakat Beragama: Benarkah Karena Ketidakadilan Negara?” dengan menghadirkan keynote speaker dari Kepala Kemenag DIY, Dr. H. Masmin Afif, M.Ag., serta tiga narasumber; P....
Loading...

Webinar Agama dan Media, Upaya Mahasiswa Studi Agama-Agama dalam Melihat Keberagamaan di Era Digital

“Perputaran informasi sangat luas dan cepat di era ini. Bahkan tak terbendung. Akibatnya, bagi netizen yang tidak jeli, maka akan mudah terpengaruh oleh informasi hoaks. Ini bahaya. Hanya gara-gara akun seseorang banyak followers-nya dan sering mem-posting terkait ceramah agama, lalu dianggap sebagai tokoh agama yang kompeten. Padahal, orang tersebut belum tentu memiliki kapabilitas keilmuan yan....