Prodi Studi Agama Agama Menyelenggarakan Kuliah Umum dengan Tema “Tantangan Pendidikan Multikultural dalam Studi Agama”
Pada tanggal 23 Februari 2024, Prodi Studi Agama Agama, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam melaksanakan kuliah umum yang diikuti oleh mahasiswa dengan tema “Tantangan Pendidikan Multikultural dalam Studi Agama”. Narasumber utama kegiatan ini yaitu Dr. Sri Roviana, S.Ag., MA, beliau merupakan dosen di Universitas Ahmad Dahlan sekaligus Alumni dari Prodi Studi Agama-Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan kuliah umum dimoderatori oleh Dosen Prodi Studi Agama Agama, Hasna Safarina Rasyida, M.Phil.I.
Kaprodi Studi Agama-agama, Dr. Dian Nur Anna, M.A., dalam sambutan pembukaannya, menyampaikan bahwa kegiatan kuliah umum ini bertujuan memberikan wawasan kepada para mahasiswa mengenai tema yang senantiasa menarik dalam masyarakat, yakni tentang tantangan nyata pendidikan multikultural dari perspektif studi agama. Selain itu, dengan kegiatan kuliah umum diharapkan para mahasiswa Prodi Studi Agama-Agama dapat mendapat gambaran terkait profil lulusan dan mendengarkan cerita sukses alumni Studi Agama-Agama sebagai peneliti, akademisi dan praktisi sosial keagamaan. Sehingga mahasiswa dan alumni SAA tidak perlu khawatir akan menjadi apa nantinya jika telah lulus kuliah.
Narasumber mengawali presentasinya dengan menampilkan slide terkait rujukan normatif dari pendidikan multikultural dari Q.S Al Hujurat Ayat 13. Selanjutnya, beliau menyampaikan menyampaikan materi terkait definisi dan konsep dasar multikulturalisme, sekaligus menjelaskan pendidikan multikultural sebagai salah satu pendekatan. Beliau menambahkan pentingnya pendidikan multikultural dari beberapa tokoh sebagai suatu cara untuk mengajarkan keragaman, strategi pendidikan yang diaplikasikan pada semua jenis mata pelajaran dengan cara menggunakan perbedaan kultural yang ada pada para siswa seperti perbedaan etnis, agama, bahasa, gender, kelas sosial, ras, kemampuan dan umur agar proses belajar menjadi mudah, dan menghargai diversitas dan mewadahi perspektif dari beragam kelompok kultural.
Kuliah umum ini juga memberikan gambaran dari lima dimensi pendidikan Multikultural menurut James Banks yaitu content integration, the knowledge construction process, prejudice reduction, an equity pedagogy, dan an empowering school culture & social structure. Sekaligus diberikan penjelasan terkait tiga bentuk teori konflik sebagai proses sosial, yang mengakibatkan dua kategori dampak, meliputi: relasi asosiatif (hubungan semakin erat) dan relasi disosiatif (hubungan merenggang). Dalam sesi diskusi, mahasiswa sangat antusias, terlihat dari beberapa peserta yang aktif bertanya. Pertanyaan seputar berbagai permasalahan dan tantangan implementasi pendidikan multikultural di Indonesia. Kegiatan diskusi berlangsung dengan tanya jawab interaktif antara peserta dan narasumber, sembari memberikan gambaran dari peluang alumni Prodi Studi Agama Agama setelah lulus berdasarkan pengalaman langsung dari narasumber sebagai alumni.
Kegiatan pun diakhiri dengan closing statement dari narasumber, yang menekankan pentingnya merawat hubungan agama agama yang harmonis melalui pendidikan multikultural, terlebih dengan keragaman yang ada di Indonesia. Secara umum kegiatan berjalan dengan sukses dan ditutup dengan sesi foto bersama serta ramah tamah mahasiswa dengan narasumber sekaligus alumni dari Prodi Studi Agama Agama, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (SKNA).