Webinar Konflik Interpersonal Pasca Konversi

Confucius Center menggelar webinarnya seri pertama dengan pokok bahasan mengenai Konflik Interpersonal Mualaf; Studi terhadap Komunitas Mualaf Center Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober 2020, bekerjasama dengan Prodi Studi Agama-Agama dan Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI). Dalam acara ini yang menjadi narasumber yakni Arafat Noor Abdillah , disamping sebagai peneliti Mualaf Center beliau juga Alumni Studi Agama-Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan di moderatori oleh Haetami peneliti di Confucius Center.

Pemaparan Arafat dalam webinar tersebut, bahwa mualaf Proses pengambilan keputusan yang dilakukan mualaf tidak hanya berdampak pada konflik psikologis, melainkan juga konflik interpersonal dengan keluarga maupun kerabat dekat. Hal ini dikarenakan agama bagi mualaf menjadi sebuah identitas yang sangat berpengaruh dalam penyesuaian diri di kehidupannya.

Adapun Konflik interpersonal yang dialami mualaf juga disebabkan oleh perubahan kepribadian pasca konversi. Para mualaf berusaha mempertahankan pilihan hidupnya dalam beragama, tetapi mereka juga ingin memiliki hubungan yang harmonis dengan lingkungan agama sebelumnya, terutama terhadap keluarga dan kerabat dekat. Sedangkan, para mualaf justru mendapatkan respon negatif dari pihak keluarga maupun kerabat dekat mualaf.

Semoga diskusi ini bisa menjadi ajang silaturahim secara virtual sembari mengasah nalar akademik meskipun dalam kondisi pandemi sekarang ini, pesan dari Haetami dalam menutup acara webinar tersebut.