IKUT MEWUJDUKAN SDGs, MAHASISWA KKN S1 SAA ANBIYA NABAWI MEMBANTU DALAM PELAKSANAAN NGAJAR MENGAJAR DI MASJID (TPA) DI MASJID WIDORO, GIRIPURWO, GUNUNG KIDUL

Padukuhan Widoro merupakan salah satu wilayah yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pembinaan generasi muda sejak usia dini, terutama dalam hal penanaman nilai-nilai keagamaan. Pendidikan agama sejak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk dasar pengetahuan, kebiasaan, dan karakter anak. Tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca Iqra dan Al-Qur’an, pendidikan keagamaan juga menjadi bagian dari proses pengenalan nilai-nilai kebaikan, kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, serta kebiasaan beribadah dalam kehidupan sehari-hari. Melihat pentingnya hal tersebut, Kelompok KKN 120 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta turut mengambil peran melalui program pengajaran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Masjid Al-Muqarrabun dan Masjid Assalam, Padukuhan Widoro.

Pelaksanaan kegiatan pengajaran TPA dilakukan secara terjadwal dan teratur, pada waktu yang disesuaikan agar tidak mengganggu kegiatan pendidikan formal anak-anak di sekolah. Di Masjid Al-Muqarrabun, kegiatan pembelajaran berlangsung setiap hari Jumat dan Sabtu, dengan jumlah peserta didik kurang lebih 60 anak. Sementara itu, pembelajaran di Masjid Assalam dilaksanakan setiap hari Rabu dan Sabtu, yang diikuti oleh sekitar 25 anak. Dengan pembagian jadwal dan jumlah peserta yang berbeda di masing-masing lokasi, para anggota KKN 120 menyusun strategi pendampingan yang disesuaikan pada hari yang telah ditentukan, agar bimbingan dapat berjalan lebih efektif dan setiap anak mendapatkan perhatian yang cukup sesuai kebutuhannya. Materi pengajaran pun disusun secara bertahap dan berjenjang agar mudah dipahami oleh anak-anak sesuai dengan tingkat kemampuan dan usia mereka.

Fokus utama pembelajaran mencakup tiga hal pokok, yaitu kemampuan membaca Iqra dan Al-Qur'an, hafalan surah-surah pendek, serta hafalan doa-doa harian. Dalam pembimbingan membaca Iqra dan Al-Qur'an, para anggota KKN memberikan perhatian khusus pada kelancaran pengucapan huruf hijaiyah, sifat-sifat huruf, serta ketepatan bacaan sesuai dengan kaidah tajwid dasar. Anak-anak yang masih dalam tahap pemula dibimbing secara perlahan mengenal huruf, menyambung huruf menjadi kata, hingga mampu membaca ayat-ayat Al-Qur'an dengan lancar dan benar. Bagi anak-anak yang telah memiliki kemampuan dasar lebih, diberikan pendalaman dan latihan membaca lebih lanjut agar kemampuannya semakin terampil dan berkualitas. Selain

kemampuan membaca, kegiatan pembelajaran juga menekankan pada pembinaan hafalan yang menjadi amalan sehari-hari anak. Materi hafalan meliputi surah-surah pendek yang sering dibaca dalam ibadah sehari-hari seperti Al-Fatihah, An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, dan surah-surah lain yang singkat namun penuh makna. Di samping itu, anak-anak juga dibimbing untuk menghafal doa-doa harian yang senantiasa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti doa sebelum belajar, doa untuk kedua orang tua, doa bangun tidur, doa sebelum dan sesudah makan, doa masuk dan keluar rumah, doa masuk dan keluar masjid, serta doa perlindungan di dunia dan akhirat. Pembelajaran tidak bersifat kaku, melainkan dikemas dengan kesabaran, keteladanan, serta pengulangan yang dilakukan secara terus-menerus hingga anak-anak lancar membacanya, memahami maknanya secara sederhana, dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan semangat SDGs Bidang 4 yang menekankan pentingnya pendidikan yang berkualitas, relevan, serta pembentukan watak dan karakter yang kuat sejak usia dini.

Agar suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan, sehingga anak-anak semakin antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan, para pengajar juga menyisipkan kegiatan pendukung berupa permainan edukatif bernuansa Islami atau minigame Islami serta pembelajaran melalui lagu-lagu bernapaskan Islami. Permainan yang dirancang sederhana namun mendidik ini bertujuan melatih kecerdasan berpikir, ketelitian, kerja sama, kedisiplinan, sekaligus memperkuat pemahaman materi yang telah dipelajari. Sementara itu, pembelajaran melalui lagu-lagu Islami sangat membantu anak-anak mempercepat proses penghafalan serta menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai keagamaan dengan cara yang menyenangkan. Melalui irama yang ceria dan lirik dan pesan kebaikan, anak-anak dengan senang hati ikut bernyanyi sekaligus mengingat pesan-pesan agama yang terkandung di dalamnya. Pendekatan yang menggabungkan pembelajaran dengan kegiatan rekreatif terbukti mampu meningkatkan minat dan kehadiran anak-anak di TPA, serta menciptakan suasana belajar yang gembira, penuh kasih sayang, dan tidak menimbulkan rasa tertekan.

Pelaksanaan kegiatan di kedua masjid tersebut berjalan dengan lancar berkat dukungan penuh dari pengurus masjid, tokoh masyarakat, serta orang tua wali murid yang senantiasa memberikan dukungan moril dan semangat kepada para pengajar maupun anak-anak. Setiap pertemuan berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh keakraban. Para anggota KKN 120 UIN Sunan Kalijaga menyadari bahwa tugas mulia ini bukan sekadar menyampaikan materi

pelajaran, melainkan juga memberikan teladan yang baik, menanamkan akhlak yang luhur, serta membangun kedekatan emosional dengan anak-anak agar mereka merasa dicintai, diperhatikan, dan termotivasi untuk terus belajar agama. Kesabaran dan ketulusan dalam mendidik menjadi kunci utama agar setiap anak dapat berkembang sesuai potensinya, tidak hanya pandai membaca semata, tetapi juga berakhlak mulia, sopan santun, dan mencintai ajaran agamanya.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengamalan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4, yaitu pendidikan berkualitas (Quality Education), yang menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas serta kesempatan belajar bagi semua. Termasuk dalam bidang pendidikan keagamaan yang menjadi fondasi pembentukan karakter bangsa. Dalam pelaksanaannya, nilai-nilai pendidikan tersebut diterapkan melalui kegiatan belajar yang disesuaikan dengan kemampuan dan usia anak-anak di lingkungan Padukuhan Widoro.

Dengan berjalannya kegiatan pengajaran TPA di Masjid Al-Muqarrabun dan Masjid Assalam, diharapkan tercapai tujuan yang diinginkan, yaitu meningkatnya kemampuan dasar keagamaan anak-anak Padukuhan Widoro, bertambahnya kefasihan membaca Al-Qur'an, kokohnya hafalan-hafalan yang bermanfaat, serta terbentuknya sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai ajaran agama sejak dini. Kelompok KKN 120 berharap benih-benih kebaikan yang telah ditanamkan selama kegiatan ini dapat terus tumbuh, berkembang, dan terpelihara secara berkelanjutan oleh lingkungan keluarga serta masyarakat setempat setelah masa kegiatan KKN berakhir. Semoga upaya sederhana ini membawa manfaat besar bagi masa depan anak-anak Padukuhan Widoro, melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, berguna bagi agama, nusa, dan bangsa, serta menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir tiada putusnya.