MAHASISWA SAA KKN 120 DARI PRODI S1 SAA, ALFIN INAYATURROFIQOH, MELAKSANAKAN PROGRAM SEKOTAK EMAS BATCH #1 CEMARA SEWU “MENANAMKAN CINTA KEPADA ALLAH DAN RASUL-NYA MELALUI PEMBELAJARAN DI ALAM”
Foto Kegiatan KKN Mahasiswa S1 SAA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Parangkusumo, 22 Juli 2026 – telah dilaksanakan kegiatan Sekotak Emas Batch #1 yang bertempat di Pantai Cemara Sewu, Parangtritis. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sekolah Taman Anak Siapkan Generasi Emas (Sekotak Emas) yang melibatkan anak-anak TBA BIASA (Taman Belajar Al-Qur’an, Belajar Ilmu Al-Qur’an Sejak Anak-Anak) di Parangkusumo. Kegiatan ini juga merupakan bentuk kolaborasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Kretek dalam mengimplementasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, mahasiswa Program Studi Studi Agama-Agama (SAA) jenjang S1 turut melaksanakan program kerja Sekotak Emas sebagai bagian dari kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung kegiatan pendidikan dan pembentukan karakter anak. Kegiatan Sekotak Emas Batch #1 dirancang sebagai pembelajaran di alam dengan mengangkat salah satu nilai dalam Panca Cinta, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.
Kegiatan diawali dengan keberangkatan anak-anak TBA BIASA dari Parangkusumo menuju Pantai Cemara Sewu. Anak-anak menggunakan jeep dan melewati kawasan pantai dari Parangkusumo hingga menuju lokasi kegiatan. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar anak-anak dengan menjadikan lingkungan alam sebagai ruang pembelajaran yang menyenangkan dan berbeda dari suasana belajar sehari-hari. Setibanya di Pantai Cemara Sewu, anak-anak bersama pendamping berkumpul dalam sebuah forum dengan posisi melingkar. Kegiatan kemudian dibuka oleh Ibu Latifah selaku perwakilan dari KUA Kapanewon Kretek, kemudian dilanjutkan dengan pengantar dari mahasiswa KKN mengenai rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan.
Setelah pembukaan, anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok didampingi oleh satu mahasiswa untuk mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD). Pembagian kelompok ini dilakukan agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara lebih interaktif dan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menyampaikan pendapat serta pertanyaan mereka. Pada kegiatan FGD, tema yang diangkat adalah cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, yang merupakan nilai pertama dalam Panca Cinta. Nilai tersebut diperkenalkan kepada anak-anak melalui kegiatan yang sederhana, interaktif, dan sesuai dengan usia mereka. Salah satunya melalui Tepuk Panca Cinta sebagai media untuk mengenalkan lima nilai cinta dalam Kurikulum Berbasis Cinta.
Mahasiswa kemudian memberikan pemahaman mengenai pengertian cinta kepada Allah dan Rasul-Nya serta bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembahasan diarahkan pada praktik keberagamaan yang dekat dengan kehidupan anak-anak, seperti melaksanakan salat, mengaji, menjaga kebersihan dan kesucian diri, serta memahami pentingnya berwudu sebelum melaksanakan ibadah tertentu. Proses diskusi berlangsung secara aktif. Anak-anak menunjukkan antusiasme dan keberanian dalam menyampaikan pendapat maupun pertanyaan. Beberapa pertanyaan yang muncul menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi, di antaranya mengenai alasan Asmaul Husna berjumlah 99 dan bukan 100?, serta pertanyaan mengenai “mengapa nabi yang dikenal dalam ajaran Islam adalah laki-laki dan tidak terdapat nabi perempuan?”. Pertanyaan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mendorong anak-anak untuk berpikir kritis dan berani mengemukakan rasa ingin tahunya.
Setelah kegiatan FGD selesai, seluruh kelompok kembali berkumpul di titik awal dalam formasi melingkar. Pada sesi ini dilakukan pengulangan dan penguatan materi yang telah disampaikan pada masing-masing kelompok. Anak-anak diajak kembali mengingat makna cinta kepada Allah dan Rasul-Nya serta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian dilanjutkan dengan permainan yang bertujuan untuk meningkatkan keberanian dan kepercayaan diri anak-anak. Anak-anak diberikan kesempatan untuk maju ke depan dan mengikuti permainan bersama. Setelah permainan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian snack kepada peserta. Rangkaian kegiatan Sekotak Emas Batch #1 kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto. Setelah seluruh kegiatan selesai, anak-anak kembali menuju TBA BIASA. Sesampainya di TBA, anak-anak kemudian dijemput oleh orang tua masing-masing untuk kembali ke rumah.
Pelaksanaan Sekotak Emas Batch #1 Cemara Sewu memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Kegiatan ini mendukung pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian pengetahuan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang inklusif, interaktif, dan mendukung pembentukan karakter anak. Pembelajaran melalui alam, diskusi kelompok, permainan, serta penguatan nilai spiritual memberikan ruang bagi anak untuk belajar secara aktif sekaligus mengembangkan keberanian, kemampuan berpikir kritis, dan kesadaran terhadap nilai-nilai kehidupan.
Melalui kolaborasi antara TBA BIASA, KUA Kapanewon Kretek, dan mahasiswa SAA S1, kegiatan Sekotak Emas menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung terciptanya proses pendidikan yang berkualitas. Penerapan nilai cinta kepada Allah dan Rasul-Nya melalui pembelajaran di alam diharapkan dapat membantu menanamkan nilai spiritual dan karakter sejak usia dini, sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak.