MAHASISWA KKN 120 UIN SUNAN KALIJAGA, RAYHAN ZULFIAN SIVARA, INISIASI QR CODE UNTUK PERMUDAH INFORMASI BUNGA DI UMKM DUSUN TONGGOLARI

Dusun Tonggolari, Desa Sidomulyo — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 120 UIN Sunan Kalijaga menghadirkan inovasi digital berupa pemasangan QR Code pada Klaster Tanaman Hias Sekarmulyo, sentra UMKM bunga hias yang berada di Dusun Tonggolari, Desa Sidomulyo. Program ini digagas untuk menjawab persoalan minimnya informasi mengenai jenis-jenis bunga yang dibudidayakan, sehingga pengunjung maupun calon pembeli kerap kesulitan mengenali nama dan karakteristik tanaman yang dijual. Kegiatan produksi barcode berlangsung pada 21–25 Agustus 2026, dan dilanjutkan dengan tahap pembagian serta pemasangan pada 26 Agustus 2026.

Setiap kode yang ditempelkan pada rumpun bunga terhubung langsung ke laman resmi website desa, sehingga pengunjung cukup memindai barcode melalui ponsel untuk memperoleh informasi lengkap seputar nama, karakteristik, hingga keunggulan tiap jenis tanaman. Sebelum barcode dipasang, mahasiswa KKN terlebih dahulu menggelar sosialisasi bersama pelaku UMKM Bunga Hias, menjelaskan manfaat teknologi barcode sekaligus cara pemindaiannya, agar pelaku usaha turut memahami dan mampu memperbarui informasi secara mandiri di kemudian hari.

Realisasi program ini tidak lepas dari peran Rayhan Zulfian Sivara, mahasiswa Program Studi S1 Studi Agama-Agama (SAA) UIN Sunan Kalijaga, yang bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan sekaligus turut serta dalam proses pengumpulan data, pembuatan barcode, hingga pemasangannya di lokasi bersama Sunawi, pengelola Kelompok Tani Bunga Sekarmulyo yang juga menjadi mitra binaan BRIncubator BRI Malang Soekarno Hatta. Kolaborasi lintas program studi ini menegaskan bahwa kontribusi mahasiswa KKN tidak terbatas pada bidang keilmuan masing-masing, melainkan turut merambah pemberdayaan ekonomi lokal berbasis teknologi sederhana namun aplikatif.

Dari hasil evaluasi program, barcode yang telah terpasang terbukti membantu pengunjung mengakses informasi jenis bunga secara langsung melalui website desa. Pelaku UMKM turut mengapresiasi program ini karena dinilai memudahkan promosi produk kepada pembeli yang belum familiar dengan ragam bunga yang dipasarkan. Tak hanya itu, muncul pula usulan untuk memperluas cakupan penggunaan QR Code ke produk UMKM lain di Desa Sidomulyo, sebagai langkah keberlanjutan sekaligus penguatan citra desa yang inovatif dalam pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung potensi lokal.