MAHASISWA KKN SI SAA UIN SUKA, TIFFANI NAFIS, IKUT LESTARIKAN TRADISI NYADRAN DI DESA NGROPOH
Foto Kegiatan KKN
Desa Ngropoh, Temanggung — Mahasiswa KKN 120 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta turut ambil bagian dalam tradisi Nyadran yang digelar warga Desa Ngropoh. Tradisi ini dilaksanakan per dusun dengan waktu yang berbeda-beda di tiap dusunnya. Setidaknya ada empat dusun yang menggelar nyadran, yaitu Dusun Belisan, Dusun Ngropoh, Dusun Kesur, dan Dusun Dukuh.
Di tiga dusun yaitu Belisan, Ngropoh, dan Kesur, nyadran dilaksanakan di halaman masjid dengan bacaan tahlil. Sementara itu, khusus Dusun Dukuh, nyadran digelar di dua tempat sekaligus, yaitu masjid dan makam leluhur, dengan bacaan yang hampir sama. Rangkaian acara nyadran biasanya dimulai sejak pagi, sekitar pukul 07.00, dilanjutkan dengan pengajian, kemudian pembacaan tahlil, dan diakhiri dengan makan bersama. Suasana ini terlihat jelas dari kegiatan warga yang sejak pagi sudah berkumpul membawa berbagai bekal, mulai dari besek, tampah, hingga rantang yang dijunjung di atas kepala menuju lokasi acara.
Suasana nyadran di desa ini masih sangat kental dengan nuansa pedesaan yang guyub. Makanan yang disiapkan warga pun melimpah ruah. Salah satu tradisi yang menarik adalah mahasiswa KKN diajak sowan ke rumah-rumah warga sekitar, dan hampir selalu diajak untuk ikut makan bersama di rumah tersebut. Suasananya benar-benar terasa hangat, tak ubahnya suasana Lebaran Idul Fitri. Kehadiran mahasiswa KKN 120 dalam kegiatan ini menjadi bentuk keterlibatan langsung dengan masyarakat, sekaligus kesempatan berharga untuk belajar dan memahami lebih dalam tradisi lokal yang masih dijaga dan diwariskan turun-temurun oleh warga Desa Ngropoh.