MAHASISWA STUDI AGAMA-AGAMA MEMBUAT POJOK BACA AL-MUSTAQIM: MENUMBUHKAN CINTA LITERASI DARI HALAMAN MASJID (PROKER KKN INDIVIDU IZZATI ALFIA NURROHMAH)

Di tengah derasnya arus informasi digital, minat baca masyarakat—terutama anak-anak—justru menghadapi tantangan yang semakin besar. Layar gawai lebih mudah menarik perhatian dibandingkan lembaran buku, dan akses terhadap bahan bacaan yang berkualitas seringkali masih terbatas, khususnya di wilayah pedesaan. Menjawab tantangan tersebut, hadirlah sebuah inisiatif sederhana namun penuh makna: Pojok Baca Al-Mustaqim, yang berlokasi di Masjid Al-Mustaqim, Desa Sekaro.

Program ini digagas dengan satu tujuan utama, yaitu meningkatkan minat dan budaya membaca masyarakat, khususnya anak-anak, melalui penyediaan ruang baca yang nyaman, mudah diakses, dan edukatif. Pemilihan masjid sebagai lokasi bukanlah tanpa alasan. Masjid merupakan pusat kegiatan masyarakat yang telah lama menjadi tempat berkumpul, belajar, dan bersosialisasi. Dengan menghadirkan pojok baca di lingkungan masjid, akses terhadap buku menjadi jauh lebih dekat dengan keseharian warga, tanpa harus menempuh jarak jauh ke perpustakaan kota atau toko buku.

Keberhasilan sebuah program berbasis komunitas sangat bergantung pada kekuatan kolaborasi. Oleh karena itu, langkah awal yang ditempuh dalam mewujudkan Pojok Baca Al-Mustaqim adalah membangun koordinasi yang erat dengan takmir masjid. Sebagai pengelola dan penjaga marwah masjid, takmir memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa keberadaan pojok baca dapat berjalan selaras dengan fungsi masjid sebagai tempat ibadah, sekaligus memperkaya fungsi sosial dan edukatifnya.

Melalui diskusi dan musyawarah bersama takmir, disepakati penentuan lokasi yang tepat di area masjid—sebuah sudut yang cukup tenang namun tetap mudah dijangkau oleh jamaah dan anak-anak yang datang, baik sebelum maupun sesudah waktu salat. Dukungan dari takmir masjid ini menjadi pondasi penting yang memastikan keberlanjutan program, karena merekalah yang akan turut menjaga dan merawat pojok baca dalam kegiatan sehari-hari.

Sebuah ruang baca yang baik tidak akan optimal apabila hanya berhenti pada penyediaan fasilitas fisik semata. Oleh karena itu, Pojok Baca Al-Mustaqim turut menghadirkan program kegiatan rutin berupa membaca bersama dan mendongeng, yang dilaksanakan secara berkala di lingkungan masjid. Kegiatan ini dirancang khusus untuk menarik minat anak-anak desa Sekaro agar tidak hanya memandang buku sebagai benda mati, tetapi sebagai jendela yang membuka dunia imajinasi dan pengetahuan baru.

Lebih dari itu, program ini juga menjadi contoh nyata bagaimana rumah ibadah dapat memainkan peran yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat—tidak hanya sebagai tempat menunaikan ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan dan pendidikan bagi generasi muda. Sinergi antara pengelola program dan takmir masjid membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan penuh kepedulian.

Dengan semangat kebersamaan, Pojok Baca Al-Mustaqim di Desa Sekaro diharapkan terus tumbuh dan berkembang, menjadi ruang yang tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga menyemai harapan akan generasi yang cerdas, kreatif, dan gemar membaca.