KKN MAHASISWA S1 SAA, DESTIA NUR MAHMUDA (NIM 23105020035), GELAR MALAM PERPISAHAN BERSAMA MASYARAKAT MELALUI PERINGATAN MAULID NABI DAN PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DI KELURAHAN MENDUT

MAGELANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 120 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Kelurahan Mendut, Kabupaten Magelang, menggelar malam perpisahan sekaligus penguatan moderasi beragama pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut berlangsung di Lapangan Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, dan dihadiri oleh masyarakat, tokoh agama lintas iman, serta Bupati Magelang, Grengseng Pamuji.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian penutup pengabdian mahasiswa KKN di Kelurahan Mendut. Mengusung semangat kebersamaan dan moderasi beragama, acara tersebut menjadi ruang perjumpaan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang keagamaan untuk mempererat kerukunan dan membangun kehidupan bersama yang harmonis.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Muhammad Fatkhan, S.Ag., M.Hum., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UIN Sunan Kalijaga. Kehadiran DPL menjadi bagian penting dalam mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan pengabdian sekaligus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang dilaksanakan bersama masyarakat.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh sejumlah tokoh agama lintas iman, yakni Romo Chrisbirawan selaku tokoh agama Katolik, Bante Wahyu Utomo sebagai perwakilan umat Buddha, serta Kiai Wahid sebagai perwakilan umat Islam. Kehadiran para tokoh agama tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang dialog dan kebersamaan lintas agama dalam kegiatan masyarakat.

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan mahasiswa KKN yang mengangkat semangat moderasi beragama di tengah masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga bersama masyarakat Mendut dalam menghadirkan ruang kebersamaan yang melibatkan berbagai unsur keagamaan. Kegiatan serupa juga diberitakan sebagai bentuk nyata praktik moderasi beragama di Kabupaten Magelang.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu bagian utama dalam rangkaian kegiatan. Momentum tersebut tidak hanya dimaknai sebagai peringatan keagamaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW, khususnya dalam membangun hubungan sosial yang penuh penghormatan, persaudaraan, dan kedamaian.

Semangat moderasi beragama kemudian diwujudkan melalui keterlibatan tokoh-tokoh dari agama Islam, Buddha, dan Katolik. Ketiganya hadir dalam doa bersama lintas agama yang menjadi salah satu momen penting dalam kegiatan. Doa bersama tersebut menjadi simbol harapan untuk terciptanya kedamaian, keselamatan, serta kehidupan masyarakat yang tetap rukun di tengah keberagaman.

Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dari lintas agama dan budaya. Di antaranya Tari Puja yang dibawakan oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Syailendra Kopeng, penampilan Paduan Suara Wilayah Mendut Andreas Rasul dari umat Katolik, serta kesenian tradisional Kubro Siswo dari masyarakat Mendut. Berbagai penampilan tersebut menjadi ruang ekspresi sekaligus memperlihatkan bahwa keberagaman agama dan budaya dapat hadir secara berdampingan dalam satu ruang kebersamaan.

Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan Deklarasi Keagamaan sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga kerukunan dan persatuan di tengah keberagaman. Deklarasi tersebut menjadi salah satu wujud nyata dari semangat moderasi beragama yang dibangun dalam kegiatan, yakni menjaga sikap saling menghormati, menolak perpecahan, dan memperkuat gotong royong tanpa membedakan latar belakang keyakinan.

Bagi mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi acara perpisahan, tetapi juga menjadi refleksi atas pengalaman selama menjalankan pengabdian di Kelurahan Mendut. Selama masa KKN, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat, menjalankan berbagai program kerja, serta belajar memahami kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat secara lebih dekat.

Kegiatan malam perpisahan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih mahasiswa kepada masyarakat Kelurahan Mendut yang telah menerima, mendukung, dan terlibat dalam berbagai kegiatan selama pelaksanaan KKN. Kebersamaan yang terbangun selama masa pengabdian menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa, khususnya dalam memahami bahwa kehidupan masyarakat dibangun melalui komunikasi, kerja sama, dan sikap saling menghargai.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga berharap semangat moderasi beragama yang telah dibangun bersama masyarakat tidak berhenti setelah berakhirnya masa KKN. Nilai toleransi, kebersamaan, dan kerukunan diharapkan dapat terus dirawat sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Kelurahan Mendut.

Malam tersebut akhirnya menjadi penutup yang berkesan bagi mahasiswa KKN Angkatan 120 UIN Sunan Kalijaga di Kelurahan Mendut. Perpisahan bukan sekadar tanda berakhirnya masa pengabdian, tetapi juga menjadi pengingat atas berbagai pengalaman dan hubungan baik yang telah terjalin antara mahasiswa dan masyarakat.

(By DNM)