MAHASISWA KKN S1 SAA KKN MARSELLA PARHAH MENGHIDUPKAN KEMBALI PROGRAM SANTRI KALONG DI DESA SELAJAMBE MELALUI PENDIDIKAN KEAGAMAAN ANAK
Foto Kegiatan KKN Mahasiswa S1 SAA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Mahasiswa Program Studi Agama-Agama melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Selajambe, kabupaten Kuningan, dengan turut mengembangkan berbagai kegiatan di bidang pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah upaya menghidupkan kembali program Santri Kalong yang merupakan bagian dari Kampung Zakat Desa Selajambe.
Porgram Santri Kalong sebelumnya ditujukan bagi anak anak jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), tetapi telah tidak berjalan selama kurang lebih dua tahun. Upaya menghidupkan kembali program dilakukan dengan menjangkau kembali sasaran awal. Dalam prosesnya, terdapat kendala seperti aktivitas sekolah anak SMP yang cukup padat, keterbatasan data calon peserta, serta sebagian sasaran yang bukan berasal dari Desa Selajambe. Kondisi tersebut membuat mahasiswa KKN perlu menyesuaikan pelaksanaan program dengan keadaan yang ditemukan di lapangan.
Penyesuaian kemudian dilakukan dengan melibatkan anak-anak Madrasah Diniyah pada usia sekolah dasar sebaagai sasaran kegiatan. Anak anak tersebut telah berada dalam lingkungan pendidikan keagamaan di pesantren sehingga lebih mudah dijangkau dalam pelaksanaan kegiatan. Selama KKN berlangsung, mahasiswa turut membantu proses pembelajaran Madrasah Diniyah melalui beberapa materi keagamaan seperti Al-Qur’an, fikih, dan bahasa arab. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan pendampingan sekaligus mengenalkan kembali semangat program Santri Kalong kepada anak anak di Desa Selajambe.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan MABIT (Malam Bina Iman dan Takwa) yang dilaksanakan di lingkungan pesantren. Malalui kegiatan ini, anak anak memperoleh pengalaman belajar keagamaan dalam suasana yang berbeda dari pembelajaran madrasah diniyah sehari-hari. Anak anak madrasah diniyah menunjukan antusiasme dalam mengikuti kegiatan, dan beberapa anak SMP juga turut bergabung dalam MABIT. Keterlibatan tersebut menjadi salah satu dinamika menarik dalam pelaksanaan program karena kelompok usia SMP sebelumnya merupakan sasaran utama santri kalong.
Pelaksanaan kegiatan selama masa KKN dalam upaya menghidupkan kembali pendidikan keagamaan di masyarakat perlu mempertimbangkan kondisi peserta, lingkungan, serta sumber daya yang tersedia. Penyesuaian sasaran menjadi salah satu langkah yang memungkinkan kegiatan tetap berjalan sekaligus membuka peluang bagi keberlanjutan peserta santri kalong pada masa yang akan datang. Ke depan, keberlangsungan program membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah desa, kampung zakat, pesantren, tenaga pengajar, orang tua, dan masyarakat agar kegiatan dapat terus berjalan setelah masa KKN berakhir.