PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING MELALUI SEMINAR DAN KEGIATAN KREATIF DI SD NEGERI 1 GIRIPURWO OLEH MAHASISWA KKN S1 SAA DIVA ANGGI ERIKA (23105020044)

GIRIPURWO, 24 Juli 2026 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dari Program Studi, Studi Agama-Agama menyelenggarakan program kerja Anti-Bullying. Pelaksanaannya berupa mewarnai poster anti-bullying dan petisi tempel stiker anti-bullying. Kegiatan mewarnai poster bertujuan menjadi media ekspresi kreatif siswa dalam menyampaikan pesan anti-bullying dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia anak, sejalan dengan temuan Marmoah dkk. (2024) bahwa kegiatan berbasis seni dan kreativitas efektif menumbuhkan kesadaran anti-bullying pada siswa sekolah dasar. Kegiatan penandatanganan petisi bertujuan menjadi simbol komitmen bersama seluruh siswa untuk menolak segala bentuk perilaku bullying di lingkungan sekolah.

Selain itu, adanya petisi tempel stiker anti-bullying sebagai kegiatan penutup dari rangkaian program. Seluruh 78 siswa melakukan petisi tempel stiker pada banner petisi sebagai bentuk komitmen pribadi untuk tidak melakukan bullying serta berani melapor apabila mengetahui adanya tindakan bullying di lingkungan sekolah. Kegiatan ini memiliki nilai simbolis yang kuat, karena menempatkan siswa bukan hanya sebagai objek edukasi, tetapi juga sebagai subjek yang secara sadar membuat pernyataan dan komitmen bersama.

Data dan informasi keberhasilan program dikumpulkan melalui observasi partisipatif oleh tim pelaksana selama kegiatan berlangsung, dokumentasi kegiatan, serta evaluasi sederhana berupa tanya jawab lisan sebelum dan sesudah seminar untuk melihat perubahan pemahaman siswa mengenai bullying. Hasil observasi dan evaluasi tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan capaian dan dampak program.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan yang memadukan seminar edukatif dengan kegiatan kreatif berupa mewarnai poster dan penandatanganan petisi terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa SD Negeri 1 Giripurwo mengenai bahaya perilaku bullying. Pendekatan yang menggabungkan aspek kognitif melalui seminar dan aspek afektif-psikomotorik melalui kegiatan kreatif dinilai lebih efektif dibandingkan penyampaian materi secara satu arah, karena siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga terlibat aktif dalam mengekspresikan dan menegaskan komitmen mereka sendiri.