PRAKTIK PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING BERBAHAN PANDAN DAN TEXAPON MENJADI PROGRAM KKN BERDAMPAK MAHASISWA S1 SAA ALFIDAH NURYANTI
Foto Kegiatan KKN Mahasiswa S1 SAA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Dusun Colo, Bantul — Kegiatan pemberdayaan masyarakat berlangsung di kediaman Pak Dukuh Dusun Colo, Kalurahan Donotirto, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lebih dari 50 ibu-ibu Dusun Colo mengikuti kegiatan praktik pembuatan sabun cuci piring yang diselenggarakan oleh Alfidah Nuryanti, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan yang berlangsung pada pukul 13.00–15.00 tersebut merupakan salah satu program kerja KKN yang diarahkan untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan praktis kepada masyarakat dalam mengolah bahan sederhana menjadi produk yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini memperkenalkan pemanfaatan daun pandan sebagai salah satu bahan tambahan dalam pembuatan sabun cuci piring. Pemilihan daun pandan didasarkan pada ketersediaannya yang relatif mudah dijumpai di lingkungan masyarakat. Selain itu, pandan memiliki aroma khas yang dapat memberikan kesan harum dan segar pada produk. Dalam proses pembuatannya, sari daun pandan dicampurkan dengan Texapon yang berfungsi sebagai surfaktan untuk membantu proses pembersihan sekaligus menghasilkan busa.
Bagi Alfidah Nuryanti, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada proses menghasilkan sabun cuci piring. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk berbagi pengetahuan dan mengajak masyarakat melihat potensi bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Melalui metode praktik langsung, peserta memperoleh penjelasan mengenai bahan yang digunakan sekaligus memahami tahapan pembuatannya dari awal hingga produk siap dikemas.
Produk yang dihasilkan dalam kegiatan tersebut dapat digunakan untuk membersihkan berbagai peralatan rumah tangga, seperti piring, gelas, sendok, serta perlengkapan dapur lainnya. Sari pandan dimanfaatkan terutama untuk memberikan aroma pada produk, sedangkan Texapon berperan sebagai bahan aktif yang membantu mengangkat kotoran dan minyak serta menghasilkan busa ketika digunakan.
Tahapan Pembuatan Sabun Cuci Piring
Pembuatan sabun diawali dengan mempersiapkan daun pandan yang telah tersedia. Daun tersebut dipotong menjadi bagian-bagian kecil, kemudian dihaluskan menggunakan blender dengan tambahan air. Setelah proses penghalusan selesai, campuran tersebut disaring untuk memisahkan ampas dari cairannya. Dari proses tersebut diperoleh sari pandan sebanyak kurang lebih 500 ml yang kemudian digunakan sebagai salah satu bahan dalam pembuatan sabun.
Tahap selanjutnya adalah mencampurkan sekitar 1 kilogram Texapon ke dalam wadah yang telah berisi sari pandan. Kedua bahan tersebut diaduk secara perlahan hingga tercampur. Setelah itu, garam dapat ditambahkan sedikit demi sedikit untuk membantu memperoleh tingkat kekentalan yang sesuai. Penambahan garam dilakukan secukupnya dan dapat dihentikan apabila tekstur campuran sudah mencapai kekentalan yang diinginkan.
Berikutnya, air dimasukkan secara bertahap sambil campuran Texapon diaduk dan diremas secara perlahan hingga bahan tercampur secara merata. Jeruk nipis kemudian diperas dan air perasannya ditambahkan ke dalam campuran. Air selanjutnya kembali dimasukkan secara perlahan hingga jumlah keseluruhan air yang digunakan mencapai sekitar 5 liter.
Proses pencampuran dilakukan secara bertahap dan tidak terburu-buru. Cara tersebut dilakukan agar setiap bahan dapat menyatu dengan baik sekaligus mengurangi pembentukan busa yang berlebihan selama proses pengadukan. Setelah seluruh bahan tercampur, larutan sabun tidak langsung dimasukkan ke dalam kemasan. Campuran terlebih dahulu didiamkan selama kurang lebih satu malam. Tahap ini dilakukan agar busa yang terbentuk selama proses pencampuran dapat berkurang dan campuran menjadi lebih stabil.