GRIYA BAHASA JAWA HADIRKAN PELATIHAN MC BAHASA JAWA BAGI PEMUDA PEDUKUHAN WATUGAJAH: PROKER KKN INDIVIDU MAHASISWA S1 SAA RAHMATUL MUFIDAH
Foto Kegiatan KKN Mahasiswa S1 SAA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
GUNUNGKIDUL — Di tengah gempuran budaya modern yang kian menggerus penggunaan bahasa daerah, semangat pelestarian justru tumbuh subur di Dusun Watugajah, Gunungkidul. Melalui program Griya Bahasa Jawa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar pelatihan Master of Ceremony (MC) atau pranatacara berbahasa Jawa yang ditujukan khusus bagi para pemuda dusun setempat. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya nyata menjaga bahasa jawa agar tak lekang oleh zaman.
Pelatihan yang digelar pada Jumat (7/8) ini berlangsung penuh antusias dan diikuti oleh beberapa pemuda-pemudi Dusun Watugajah yang datang dengan semangat belajar tinggi. Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali berbagai materi dasar kepranatacaraan, mulai dari unggah-ungguh basa (tata krama berbahasa), susunan baku acara adat Jawa, hingga teknik olah vokal dan intonasi yang baik saat membawakan acara.
Tak hanya menerima teori, para peserta dan mahasiswa kkn juga diajak untuk langsung mempraktikkan kemampuan mereka dalam membawakan sebuah acara berbahasa Jawa secara bergantian di hadapan teman-temannya. Suasana pelatihan pun berjalan hangat dan interaktif, diselingi gelak tawa saat beberapa peserta masih terbata-bata dalam melafalkan istilah-istilah krama inggil, namun tak sedikit pula yang tampil percaya diri layaknya pranatacara.
Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa pelatihan ini lahir dari keprihatinan akan semakin minimnya generasi muda yang mampu dan berani menjadi MC dalam bahasa Jawa, padahal kebutuhan tersebut masih tinggi dalam berbagai hajatan dan upacara adat khususnya di lingkungan di desa. “Harapannya, setelah pelatihan ini para pemuda Watugajah tidak hanya paham secara teori, tetapi juga siap diterjunkan langsung menjadi pranatacara di acara-acara warga,” ujarnya.
Kegiatan Griya Bahasa Jawa ini mendapat sambutan positif dari warga dan perangkat dusun, yang berharap program semacam ini dapat terus berlanjut meski masa KKN telah usai. Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN tak hanya mewariskan keterampilan berbicara di depan umum, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya Jawa kepada generasi penerus di Dusun Watugajah.