Program Pendidikan Anak Melalui Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA): Proker KKN Individu Mahasiswa S1 SAA Evi Syaharawati
Foto Kegiatan KKN Mahasiswa S1 SAA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Gunungkidul, DIY, Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 120 kelompok paradaya, dusun Parangrejo, desa Girijati, kecamatan Purwosari, kabupaten Gunungkidul telah melaksanakan Program Taman Pendidikan Al-Qur’an. TPA merupakan salah satu program kerja bidang pendidikan yang dilaksanakan oleh kelompok KKN Paradaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 120. Program ini berangkat dari kondisi di lokasi KKN yang menunjukkan bahwa kegiatan TPA di masjid setempat belum berjalan secara rutin. Sebelum adanya KKN, kegiatan pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak umumnya hanya dilaksanakan pada bulan Ramadan, sedangkan di luar bulan tersebut belum terdapat kegiatan TPA yang berlangsung secara berkelanjutan. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian kelompok KKN karena masjid memiliki potensi untuk menjadi ruang belajar keagamaan sekaligus ruang interaksi yang positif bagi anak-anak di lingkungan sekitar.
Melalui program ini, kelompok KKN berupaya menghadirkan kembali kegiatan pendidikan keagamaan bagi anak-anak dengan membangun kegiatan TPA dari awal. Program tidak hanya berfokus pada kegiatan membaca Al-Qur’an, tetapi juga dirancang agar anak-anak memperoleh pembelajaran agama yang menyenangkan dan sesuai dengan usia mereka. Kelompok KKN menyusun sendiri rangkaian kegiatan pembelajaran, materi, serta aktivitas pendukung dalam setiap pertemuan. Dengan demikian, kegiatan TPA diupayakan tidak menjadi pembelajaran yang monoton, melainkan menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar, menghafal, berinteraksi, dan mengenal nilai-nilai keagamaan dengan cara yang lebih menyenangkan.
Kegiatan TPA dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat, mulai tanggal 15 Juli hingga 14 Agustus. Dalam pelaksanaannya, anak-anak mengikuti kegiatan pembelajaran dengan materi yang disesuaikan dengan kemampuan dan jenjang usia masing-masing. Pembelajaran diarahkan pada penguatan kemampuan dasar keagamaan, seperti membaca Al-Qur’an, hafalan surat-surat pendek, doa-doa harian, serta pengenalan huruf hijaiyah. Selain pembelajaran utama, kegiatan juga dikemas dengan aktivitas yang lebih interaktif agar anak-anak dapat mengikuti proses belajar dengan antusias.
Pelaksanaan TPA menjadi pengalaman tersendiri bagi kelompok KKN. Pada awal kegiatan, kelompok harus membangun kembali kebiasaan belajar anak-anak di masjid karena kegiatan TPA belum berjalan secara rutin sebelumnya. Seiring berjalannya waktu, anak-anak mulai terbiasa hadir dan mengikuti kegiatan yang telah disiapkan. Masjid yang sebelumnya belum memiliki kegiatan TPA rutin kemudian menjadi ruang belajar dan berkumpul bagi anak-anak beberapa kali dalam satu minggu. Hal tersebut menjadi salah satu capaian penting dari program karena kegiatan tidak hanya memberikan materi keagamaan, tetapi juga menghadirkan aktivitas positif bagi anak-anak di lingkungan sekitar.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, pada 18 Agustus kelompok KKN menyelenggarakan lomba untuk anak-anak TPA. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap partisipasi anak-anak selama mengikuti TPA serta menjadi penutup kegiatan sebelum kelompok KKN mengakhiri masa pengabdian. Lomba disesuaikan dengan kelompok usia peserta. Anak-anak dari jenjang TK/PAUD hingga kelas 2 SD mengikuti lomba hafalan surat-surat pendek dan doa harian. Sementara itu, anak-anak kelas 3 hingga kelas 6 SD mengikuti lomba menyusun huruf hijaiyah. Selain itu, dilaksanakan pula lomba Cerdas Cermat Agama (CCA) yang diikuti oleh peserta gabungan dari jenjang TK/PAUD hingga kelas 6 SD. Melalui kegiatan tersebut, pembelajaran yang telah dilakukan selama pelaksanaan TPA dapat dituangkan dalam bentuk kegiatan yang edukatif sekaligus menyenangkan
Pelaksanaan TPA selama masa KKN telah menjadi langkah awal dalam menghadirkan kembali kegiatan pendidikan keagamaan yang lebih rutin bagi anak-anak. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar bagi anak-anak, tetapi juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk memahami bahwa keberhasilan sebuah program pendidikan di masyarakat tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, melainkan juga bergantung pada adanya pihak yang bersedia melanjutkan dan mengembangkan kegiatan tersebut. Dengan demikian, program TPA menjadi salah satu bentuk kontribusi sederhana kelompok KKN Paradaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 120 dalam mendukung pendidikan anak sekaligus menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai ruang belajar dan interaksi masyarakat. (By Evi)