TINGKATKAN DAYA SERAP TANAH BERKAPUR, MAHASISWA KKN S1 SAA RIMA WITANTRI, SOSIALISASIKAN PENANAMAN PARALON BIOPORI DI DUSUN KALIPENTEN
Foto Kegiatan KKN Mahasiswa S1 SAA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
KALIPENTEN — Dalam upaya mengoptimalkan fungsi tanah dan menjaga kelestarian lingkungan, kegiatan pembuatan dan pemasangan lubang resapan biopori resmi dilaksanakan di Desa Kalipenten pada Minggu, 2 Agustus 2026. Program kerja ini menargetkan warga Kalipenten sebagai sasaran utama untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi air dan pengelolaan sampah organik.
Pemasangan paralon biopori ini difokuskan di setiap RT yang ada di wilayah Kalipenten. Sebagai bentuk pemerataan dan efektivitas program, setiap RT mendapatkan alokasi 4 paralon biopori yang dipasang pada titik-titik strategis di lingkungan pemukiman warga.
Pelaksanaan program biopori ini dirancang khusus untuk merespons kondisi geografis setempat, mengingat karakteristik tanah di wilayah Kulonprogo didominasi oleh jenis tanah berkapur. Jenis tanah ini memiliki kendala alami berupa daya serap air yang amat minim serta tingkat kesuburan yang tergolong rendah bagi pertumbuhan tanaman. Kondisi tersebut menjadikan genangan air hujan sering kali tidak terserap secara optimal, sekaligus membatasi potensi pertanian dan penghijauan di sekitar pemukiman warga.
Melalui intervensi teknologi sederhana ini, pemasangan paralon biopori di tiap-tiap RT bertujuan utama untuk mempermudah peresapan air hujan ke dalam lapisan tanah dalam, sekaligus menyuburkan struktur tanah di sekitarnya. Masuknya air dan penguraian sampah organik di dalam paralon biopori secara bertahap akan memicu aktivitas mikroorganisme tanah, sehingga tanah berkapur yang tadinya kurang subur dapat berubah menjadi lebih gembur dan kaya nutrisi. Warga Dukuh Kalipenten menyambut kegiatan ini dengan antusias, dengan harapan keberadaan titik-titik biopori tersebut mampu menjaga ketersediaan air tanah serta mewujudkan lingkungan pemukiman yang lebih subur dan asri secara berkelanjutan.