PENUTUPAN SLI XVII DI INTERFIDEI (IMPLEMENTASI XII KERJA SAMA SEKOLAH LINTAS IMAN 2026)

YOGYAKARTA – Sekolah Lintas Iman (SLI) sukses menggelar acara penutupan rangkaian kegiatannya pada Sabtu (30/5) pagi. Bertempat di Interfidei, acara yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB ini berlangsung meriah, penuh kehangatan, sekaligus menjadi ruang refleksi bagi seluruh peserta, pendamping, dan fasilitator. Acara ini turut dihadiri oleh tamu undangan penting, di antaranya perwakilan dari Jemaat Ahmadiyah dan organisasi Rifka Annisa.

Acara diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC) yang hangat, mencairkan suasana sekaligus menyambut kehadiran seluruh hadirin. Memasuki agenda utama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi evaluasi yang dipandu langsung oleh Romo Wahyu. Dalam sesi ini, para peserta memberikan berbagai masukan konstruktif untuk keberlanjutan program di masa depan. Salah satu poin menarik yang mencuat adalah usulan agar SLI tahun depan mengangkat isu krusial seputar dunia Digital dan Artificial Intelligence (AI) dalam bingkai dialog antariman.

Setelah sesi evaluasi yang cukup mendalam, suasana kembali dicairkan melalui sesi games interaktif yang dipandu oleh MC. Gelak tawa dan keseruan memecah ketegangan, mempererat kebersamaan antarpeserta yang berasal dari berbagai latar belakang.

Kemeriahan berlanjut pada sesi Pentas Seni (Pensi) yang menampilkan bakat luar biasa dari para peserta. Penampilan dibuka dengan duet apik persembahan dari Kak Theo dan Kak Eklin yang membawakan lagu dengan penuh penghayatan. Selanjutnya, perwakilan peserta dari Universitas Sanata Dharma (USD) memukau hadirin lewat penampilan musikalisasi puisi yang menyentuh hati. Tidak kalah mengagumkan, perwakilan peserta dari Universitas Islam Negeri (UIN) tampil religius dan harmonis membawakan Musabaqah Syarhil Qur'an. Sesi pentas seni ini kemudian ditutup manis oleh penampilan perwakilan peserta Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) yang membawakan dua buah lagu secara apik.

Acara juga diwarnai dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan tempat-tempat yang pernah menjadi lokasi agenda SLI. Para tamu undangan menyampaikan terima kasih atas dampak positif yang dibawa oleh para peserta selama berkegiatan di tempat mereka. Setelah itu, seluruh hadirin menikmati momen kebersamaan dalam sesi makan siang bersama.

Kehangatan acara semakin terasa saat memasuki sesi tukar kado antarpeserta. Sesi ini menjadi simbol tali persaudaraan yang telah terbangun selama mengikuti SLI. Suasana haru mulai menyelimuti ruangan saat panitia menayangkan video dokumenter yang merangkum seluruh momen, tawa, dan dinamika selama kegiatan SLI berlangsung.

Menjelang akhir acara, suasana haru dan rasa bangga menyelimuti ruangan saat para fasilitator serta Ibu Elga dan Ibu Anis, selaku pendamping SLI, menyampaikan kesan dan pesan mereka. Dalam untaian kalimatnya, Ibu Elga dan Ibu Anis menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi tinggi para peserta. Mereka juga menekankan betapa pentingnya menjaga api toleransi yang telah dinyalakan selama program ini berlangsung. Isak haru pun tersirat dari ungkapan para fasilitator yang menyaksikan langsung proses bertumbuhnya para peserta menjadi agen perdamaian.

Sebagai penutup, dilakukan prosesi simbolis berupa pembagian kenang-kenangan dari peserta. Kenang-kenangan tersebut berupa simbol hati yang terikat erat di dalam sebuah papan, yang merepresentasikan hati para peserta yang kini telah bertaut dalam ikatan persaudaraan lintas iman yang kokoh.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian acara, penutupan SLI di Interfidei ini bukan sekadar akhir dari sebuah program, melainkan awal dari langkah nyata para pemuda untuk terus menyebarkan virus perdamaian dan toleransi di masyarakat.