PEMBINAAN KESEHATAN MENTAL DI CANDI MENDUT MAGELANG (IMPLEMENTASI IX KERJASAMA SEKOLAH LINTAS IMAN 2026)

Magelang, Sabtu, 9 Mei 2026 - Sekolah Lintas Iman (SLI) XVII kerja sama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Universitas Kristen Duta Wacana, Universitas Sanata Dharma, dan Interfidei kembali melaksanakan rangkaian kegiatan pembelajaran lintas iman pada tahun 2026. Kegiatan kali ini diselenggarakan di Candi Mendut dengan mengangkat tema kesehatan mental, kesehatan fisik, dan kesehatan sosial sebagai bagian penting dari kehidupan manusia yang seimbang.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang kampus, agama, dan komunitas. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak membangun ruang dialog lintas iman yang inklusif, reflektif, serta mendorong tumbuhnya sikap saling menghargai di tengah keberagaman masyarakat.

Acara diawali dengan sesi pengenalan kawasan Candi Mendut yang dipandu oleh Bhante Pannyavaro. Dalam pemaparannya, Bhante menjelaskan sejarah dan nilai-nilai spiritual yang terkandung di Candi Mendut sebagai salah satu situs penting dalam tradisi Buddhis di Indonesia. Peserta diperkenalkan pada makna relief, filosofi kehidupan, serta nilai welas asih yang menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Selain sebagai situs sejarah dan budaya, Candi Mendut juga dipahami sebagai ruang refleksi yang mengajarkan tentang kebijaksanaan, kedamaian, dan penghormatan terhadap sesama manusia. Melalui pengenalan tersebut, peserta diajak memahami pentingnya membangun kehidupan yang harmonis di tengah perbedaan agama, budaya, dan latar belakang sosial.

Setelah sesi pengenalan kawasan candi, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai kesehatan mental yang disampaikan oleh Bapak Vincent, dosen Psikologi dari Universitas Sanata Dharma. Dalam materinya, Bapak Vincent menjelaskan bahwa konsep sehat tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup kesehatan mental dan kesehatan sosial.

Kesehatan mental dijelaskan sebagai kemampuan individu dalam mengelola emosi, menghadapi tekanan hidup, serta menjaga keseimbangan psikologis dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, kesehatan mental menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan secara serius. Selain kesehatan mental, kesehatan fisik juga menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas dan produktivitas seseorang. Pola hidup sehat, istirahat yang cukup, serta kemampuan menjaga kondisi tubuh merupakan unsur yang saling berkaitan dalam menciptakan kualitas hidup yang baik. Sementara itu, kesehatan sosial dipahami sebagai kemampuan individu dalam membangun hubungan yang sehat, menciptakan komunikasi yang baik, serta hidup berdampingan secara harmonis dengan masyarakat. Dalam konteks kegiatan lintas iman, kesehatan sosial diwujudkan melalui dialog terbuka, sikap saling mendengarkan, dan kemampuan menghargai perbedaan.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dalam sesi berbagi pengalaman dan pandangan mengenai berbagai tantangan kehidupan sosial maupun kesehatan mental yang dihadapi generasi muda saat ini. Beragam perspektif yang muncul dalam diskusi menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya kesejahteraan manusia secara menyeluruh.

Melalui kegiatan Sekolah Lintas Iman ini, peserta diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman mengenai toleransi antarumat beragama, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan mental, fisik, dan sosial sebagai bagian dari kehidupan yang sehat dan seimbang.

Pelaksanaan kegiatan di lingkungan Candi Mendut menjadi ruang pembelajaran bersama mengenai pentingnya membangun masyarakat yang damai, sehat, dan saling menghargai di tengah keberagaman. Dengan semangat dialog dan kebersamaan, Sekolah Lintas Iman diharapkan terus menjadi sarana penguatan nilai-nilai kemanusiaan bagi generasi muda.