IKUTI PERAYAAN WAISAK 2026 DI BOROBUDUR, MAHASISWA S1 STUDI AGAMA-AGAMA ASAH PEMBELAJARAN LINTAS IMAN
Perayaan Waisak di Candi Borobudur tahun 2026
Magelang, 31 Mei 2026 Mahasiswa Program Studi Studi Agama-Agama mengikuti rangkaian perayaan Hari Raya Waisak 2569 BE/2026 yang diselenggarakan di Candi Borobudur. Kegiatan ini menjadi salah satu pengalaman akademik dan spiritual yang penting bagi mahasiswa dalam memahami praktik keberagamaan secara langsung di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Perayaan Waisak di Candi Borobudur setiap tahunnya menjadi pusat perhatian umat Buddha, baik dari dalam maupun luar negeri. Ribuan umat berkumpul untuk mengikuti berbagai rangkaian ritual keagamaan yang berlangsung dengan penuh khidmat dan damai. Tahun ini, suasana Borobudur kembali dipenuhi semangat kebersamaan, refleksi spiritual, serta nilai-nilai perdamaian yang menjadi inti ajaran Buddha.
Didampingi dosen S1 SAA Hasna Syafarida, Mphil, keikutsertaan mahasiswa Studi Agama-Agama dalam kegiatan tersebut bukan hanya sekadar menghadiri perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembelajaran lapangan mengenai kehidupan lintas agama, toleransi, dan moderasi beragama. Mahasiswa berkesempatan menyaksikan langsung bagaimana ritual keagamaan dijalankan, memahami simbol-simbol keagamaan, serta berinteraksi dengan umat Buddha dari berbagai latar belakang budaya dan negara. Rangkaian kegiatan Waisak dimulai dengan doa bersama dan ritual suci yang dipusatkan di kawasan Borobudur. Suasana sakral semakin terasa ketika para umat melakukan pradaksina, yaitu ritual berjalan mengelilingi candi sebagai bentuk penghormatan dan refleksi spiritual. Selain itu, pelepasan lampion pada malam puncak Waisak menjadi salah satu momen yang paling dinantikan. Ribuan lampion yang diterbangkan ke langit malam melambangkan harapan, kedamaian, dan doa bagi kehidupan yang lebih baik.
Bagi mahasiswa Studi Agama-Agama, pengalaman ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan pembelajaran teoritis di ruang kelas. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana agama hadir tidak hanya sebagai sistem keyakinan, tetapi juga sebagai praktik sosial dan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Salah satu mahasiswa peserta kegiatan mengungkapkan bahwa mengikuti perayaan Waisak di Borobudur memberikan pengalaman baru yang sangat berkesan. Menurutnya, suasana damai dan penuh toleransi yang terlihat selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan.
“Melalui kegiatan ini kami belajar bahwa setiap agama memiliki nilai-nilai kemanusiaan dan kedamaian. Pengalaman hadir langsung di tengah perayaan Waisak membuat kami semakin memahami pentingnya sikap saling menghormati antarumat beragama,” ujarnya.
Selain menjadi sarana pembelajaran akademik, kegiatan ini juga memperkuat nilai-nilai sosial dan kemanusiaan mahasiswa. Interaksi yang terjalin selama kegiatan memperlihatkan bagaimana dialog lintas iman dapat dibangun melalui pengalaman bersama, keterbukaan, dan rasa hormat terhadap perbedaan. Kehadiran mahasiswa Studi Agama-Agama dalam perayaan Waisak di Borobudur juga mencerminkan pentingnya pendekatan pembelajaran yang kontekstual. Mahasiswa tidak hanya memahami teori tentang pluralisme dan moderasi beragama, tetapi juga mengalami secara langsung praktik kehidupan keberagaman di Indonesia.
Momentum Waisak di Borobudur menjadi pengingat bahwa kerukunan antarumat beragama dapat terus dibangun melalui ruang-ruang perjumpaan dan pengalaman bersama. Dengan mengikuti kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan perspektif yang lebih inklusif, kritis, dan humanis dalam melihat dinamika kehidupan beragama di masyarakat. Melalui partisipasi dalam kegiatan keagamaan lintas budaya seperti ini, Program Studi Studi Agama-Agama terus mendorong mahasiswanya untuk aktif memahami realitas sosial-keagamaan secara langsung. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam membangun sikap toleran, memperkuat dialog antaragama, serta menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman Indonesia (By Dita Aulia Putri)