INTERNATIONAL GUEST LECTURE: HERMENEUTICS IN ISLAMIC AND CATHOLIC TRADITION
Suasana Diskusi Kuliah Tamu Internasional
Yogyakarta, 22 April 2026 – Prodi S1 Studi Agama-Agama (SAA), Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, melalui mata kuliah Hermeneutika yang diampu oleh Prof. Syafa’atun Almirzanah, D.Min., Ph.D, dalam rangka membangun pemahaman global mahasiswa S1 Studi Agama-Agama, mengundang para pembicara internasional dalam kegiatan Kuliah Tamu Internasional (international guest lecturer). Mereka adalah para Romo yang berasal dari berbagai belahan dunia. Acara yang dihadiri para mahasiswa S1 SAA ini dilaksanakan pada Rabu, 22 April 2026, di Gedung PAU/Rektorat, Lantai 1, Kampus Barat, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Kelas ini menghadirkan para narasumber yang hebat dengan latar belakang pendidikan yang mengagumkan, di antaranya para ahli di teologi, ekonomi, dan filsafat serta pendidikan seminari untuk menjadi Romo. Pada kesempatan kali ini, kelas membuka dialog antara para mahasiswa Studi Agama-agama dengan para narasumber tentang pembahasan dinamika keagamaan serta kebudayaan masyarakat akhir-akhir ini. Agama dinilai sebagai salah satu faktor terpenting dalam perkembangan kebudayaan, ekonomi, serta politik di suatu negara, terlepas dari apa pun latar belakang agama tersebut, sehingga dialog lintas agama sangat dibutuhkan untuk membentuk pemahaman global mahasiswa yang bersifat humanis dan inklusif.
Pengampu mata kuliah Hermeneutik, Prof syafaatun Al-Mirzanah, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan wawasan global serta membuka kesepatan bagi mahasiswa untuk lebih mengenal keagamaan serta kebudayaan dari berbagai prespektive narasumber yang berkompeten dibidangnya sehingga harapannya mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik serta membangun jejaring relasi internasional dengan para narasumber.
Selain sesi dialog aktif antara mahasiswa dengan para narasumber, dalam kelas International Guest Lecturer ini para narasumber dengan senang hati menceritakan serta membagikan pengalaman kehidupannya dalam menempuh studi riset lapangan serta pelayanan gereja di masyarakat sehingga mahasiswa mendapatkan pengalaman atau insight baru terhadap konstruksi keagamaan dan merefleksikannya di dalam kehidupan sehari-hari.
Foto bersama dengan para Narasumber Internasional
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan tidak hanya menjadi forum pertukaran gagasan dan diskusi interaktif semata, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan titik balik bagaimana cara kita membangun dunia yang kita inginkan. Melalui dialog yang konstruktif, acara ini menjadi langkah yang nyata dalam memperkuat pemahaman kita terhadap pengetahuan lintas iman yang berujung pada pengusahaan kedamaian dunia. Dunia yang di dalamnya tidak ada perselisihan, pertikaian, dan permusuhan, akan tetapi dunia yang bersifat humanis serta inklusif bagi semua lapisan masyarakat di dunia ini (by Ditasya).