MAHASISWA KKN PRODI S1 SAA, M FIKRAM WAJO, MELANTUNKAN KALAM ILAHI DI PENGAJIAN MUSLIMAT NU CIWARINGIN CIREBON

Ciwaringin 26 juli 2026, Kabupaten Cirebon Di bawah tenda hijau bertuliskan besar “Muslimat NU”, seorang mahasiswa duduk bersila di antara jamaah, mikrofon di tangan, membaca kalam Ilahi dengan khidmat. Ia bukan warga setempat, melainkan M. Fikran Wajo, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 120 dari Program Studi Studi Agama-Agama (SAA), yang memilih terjun langsung alih-alih hanya menjadi penonton dalam Pengajian Bulanan Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU Kecamatan Ciwaringin.

Mengusung tema “Khidmat Muslimat NU dalam Merawat Tradisi, Mengembangkan Potensi, Menuju Masyarakat Mandiri”, kegiatan ini digelar di salah satu masjid At-Taqwa dan dihadiri jamaah Muslimat NU se-Kecamatan Ciwaringin. Bagi Fikran, momen ini bukan sekadar seremoni bulanan biasa, melainkan bagian dari Pendekatan Sosial Masyarakat dengan program kerja individu yang menyatukan tali silaturahmi antar sesama.

Keikutsertaan ini menjadi wujud nyata penerapan keilmuan Studi Agama-Agama, yang memang berfokus pada kajian keberagamaan, tradisi keagamaan, dan dinamika sosial keagamaan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Fikran turut membacakan kalam Ilahi dan mengikuti seluruh rangkaian acara bersama para ustadzah dan pengurus Muslimat NU setempat sebuah bentuk kontribusi langsung, bukan sekadar observasi dari pinggir ruangan.Pendekatan ini disengaja.

Program kerja yang diusungnya bertujuan memperkuat pemahaman lintas tradisi keislaman yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya dalam tubuh Nahdlatul Ulama dan badan otonomnya, Muslimat NU. Melalui pendekatan partisipatif, ia tak hanya mengamati, tapi terlibat aktif dalam praktik keagamaan yang telah menjadi tradisi turun-temurun di Ciwaringin sejalan dengan semangat living religion yang ditekankan dalam kompetensi keilmuan SAA yaitu: memahami keberagamaan sebagaimana ia benar-benar hidup di masyarakat, bukan sekadar teori normatif di atas kertas.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang pembelajaran sosial bagi Fikran untuk mengenal struktur organisasi keagamaan di tingkat kecamatan mulai dari Pimpinan Anak Cabang hingga jejaring Muslimat NU yang menaungi kaum ibu di wilayah tersebut. Interaksi langsung dengan tokoh agama dan jamaah setempat memberinya wawasan berharga tentang peran perempuan dalam merawat tradisi keagamaan, sekaligus mengembangkan potensi masyarakat menuju kemandirian persis seperti tema besar yang diusung pengajian bulanan ini.

Keterlibatan mahasiswa KKN Prodi Studi Agama-Agama dalam pengajian ini terbukti memberi manfaat timbal balik: mahasiswa memperdalam pemahaman keagamaan yang hidup di masyarakat, sementara warga mendapat penyegaran spiritual sekaligus dukungan nyata dari generasi muda terhadap tradisi keagamaan setempat. Ke depan, program kerja semacam ini diharapkan terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, serta didokumentasikan secara berkelanjutan agar nilai-nilai kerukunan dan kebersamaan yang terjalin dapat menjadi teladan bagi kegiatan KKN di lokasi-lokasi lain. Bukan Sekadar Mengamati, Mahasiswa KKN Prodi Studi Agama-Agama Ikut Melantunkan Kalam Ilahi di Pengajian Muslimat NU Ciwaringin (BY Fikram Wajo)