KULIAH TAMU PROF ZULY QODIR TENTANG AGAMA SEBAGAI KRITIK SOSIAL

Senin 2 Maret 2026, Prodi Studi Agama-Agama S1, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, melalui pembelajaran mata kuliah Islam dan Sains yang diampu oleh Prof. Syafa’atun Almirzanah, MA., Ph.D., D.Min., mengadakan kuliah tamu (Guest Lecture) dengan Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag., Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kuliah tamu Bersama Prof Zuly Qodir ini dihadiri 40-an mahasiswa Semester II Prodi Studi S1 Agama-Agama, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kuliah tamu diadakan dari jam 12.00-14.00 WIB.

Menurut Prof Syafa’atun, kuliah tamu didatangkan di mata kuliah Islam dan Sains ini dimaksudkan untuk memperkaya mahasiswa tentang wacana dan praktik hubungan antara Islam dan Sains. Kuliah tamu bersama Prof Zuly Qodir ini sangat menarik karena beliau menyajikan perkuliahan tamu ini secara interaktif, sehingga audiens para mahasiswa S1 Studi Agama-Agama dapat mengikutinya secara efektif. Menurut Kaprodi S1 Studi Agama-Agama, Roni Ismail yang hadir dalam kuliah tamu ini, kuliah ini sangat bermanfaat, layak diapresiasi, dan diharapkan bukan untuk yang terakhir kali.

Dalam uraiannya, Prof Zuly Qodir menyampaikan banyak materi penting tentang agama sebagai kritik sosial. Pertama, panopticon agama, tentang hubungan antara pengetahuan dengan agama dan kekuasaan. Kedua, memahami agama: teks-dogma-norma, paham individual-subjektif, dan, objektif-dianut banyak orang. Ketiga, fungsi peran agama; subjektif-doa-makna hidup; objektif-penyelamat; sosial-kontrol sosial; sosial-perdamaian dan solidaritas; dan, transformative-perubahan sosial. Keempat, agama sebagai hal subjektif-objektif. Agama harus menjadi sarana transformasi, liberasi, dan, transendensi. Kelima, agama sebagai realitas sosial secara objek; terlembaga dan institusional. Keenam, agama sebagai kritik sosial; berangkat dari teks, di-konsteks-kan, kemudian menjadi fakta sosial. Di akhir sesi, Prof Zuly Qodir meringkas uraiannya bahwa agama sebagai masalah subjektif (transendensi), agama sebagai masalah objektif secara institusi dan tradisi, dan agama sebagai kritik sosial sebagai liberasi dan transformasi. Sesi diakhiri dengan tanya jawab secara hangat.